Ternyata Virus Bisa Menghasilkan Energi Listrik

by jivi on May 16, 2012 · 0 comments

<img class="aligncenter size-full wp-image-2801" src="http://awangjivi.com/wp-content/uploads/2012/05/virus-penghasil-listrik.jpg

” alt=”virus penghasil listrik” width=”478″ height=”269″ />Ternyata virus tidak selalu berkonotasi negatif dan membahayakan. Hal ini terbukti dari hasil penelitian para ahli di Lawrence National Laboratory (Arkeleb Lab) Amerika Serikat bahwa virus ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai penghasil tenaga listrik.

Saat ini mereka telah berhasil mengembangkan suatu cara untuk memanfaatkan virus sebagai penghasil tenaga listrik. Cara yang dilakukan adalah dengan mengkonversi energi mekanik yang dihasilkan virus menjadi energi listrik. Uji coba yang dilakukan oleh Ramamoorthy Ramesh dan rekannya Byung Yang Lee ini dilakukan dengan cara membuat generator yang nantinya diharapkan mampu menghasilkan energi untuk menyalakan sebuah layar kristal liquid kecil.

Setelah dulakukan uji coba, generator ini mampu menghasilkan arus sebesar enam nano amper dan voltase sebesar 400 milivolt. Energi listrik ini terjadi saat sebuah elektroda sebesar perangko yang telah dilapisi dengan virus khusus di ketuk dengan jari, kemudian virus pada elektroda tadi akan memindahkan energi mekanik ke tenaga listrik, sehingga mampu menampilkan angka satu pada layar setara dengan saat menggunakan Baterai AAA. Hal ini terlihat jelas pada video resmi mereka yang memperlihatkan bagaimana proses konversi energi memanfaatkan virus tersebut berlangsung.

Generator ini memanfaatkan sifat piezoelektrik (akumulasi muatan listrik dalam bentuk padat yang dapat memberi respon terhadap tekanan mekanis) dari virus M13 yang tidak berbahaya bagi manusia dan dapat melipat gandakan dirinya sampai jutaan hanya dalam waktu singkat, hingga tidak perlu khawatir untuk kehabisan pasokan energi.

Mengenai tujuan dari penelitian ini bagi perkembangan tekhnologi kedepannya, Byung Yang Lee mengatakan, “ Mengingat peralatan Bioteknologi dengan Rekayasa Genetika ini bisa diproduksi dalam skala industri, maka piezoelektrik yang berbasis virus ini dapat mempermudah pengembangan mikroelektronik baru di masa yang akan datang “ katanya.

Menanggapi hasil penelitian itu, salah seorang ilmuwan tekhnik biologi dari Berkeley Lab,yakni Seung Wulk Lee mengatakan seperti di kutip dari jurnal Nature Nanotechnology.

“ Untuk hal tersebut masih harus diadakan penelitian yang lebih jauh lagi, itu hanyalah sebagai langkah awal dalam upaya mengembangkan pembangkit listrik personal yang nantinya dapat digunakan untuk peralatan-nano juga peralatan lainnya yang berbasis Viral Electronics.” tegasnya.

Jika anda menyukai artikel dari blog ini, anda bisa meninggalkan komentar atau Berlanggganan RSS feed dan artikel akan langsung terkirim ke email atau RSS reader anda.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: