RIM Luncurkan Prototipe BlackBerry 10 Dev Alpha

by jivi on May 11, 2012 · 2 comments

Upaya RIM (Research In Motion) selaku produsen BlackBerry, dalam mengembangkan OS nya yaitu BlackBerry 10 terlihat mulai menunjukkan hasil. Dalam Kongres BlackBerry World tanggal 1 Mei lalu, RIM menjelaskan gambaran te

ntang prototipe ponsel BlackBerry generasi selanjutnya.

Sekitar dua ribu lebih app.developer (pengembang aplikasi) yang hadir pada acara tersebut mendapat ponsel yang menggunakan os teranyar dari pabrikan asal Kanada tersebut. RIM sangat berharap banyak aplikasi yang diciptakan oleh pengembang dengan dibekalinya Cascades Framework yang memberikan tampilan khas pada OS Blackberry 10.

Blackberry 10 Dev Alpha

Desain BlackBerry 10 Alpha sepertinya bukan acuan tampilan final gadget dengan OS BlackBerry 10. Ponsel ini lebih seperti PlayBook versi mini dengan layar sentuh yang luas. Bahkan di beberapa bagian identik dengan PlayBook. Tulisan tentang penyimpanan 16 GB tampak serupa. Hal ini juga terlihat pada letak port microUSB dan HDMI yang serupa dengan Playbook.

BlackBerry 10 Alpha memiliki bentangan layar berukuran 4,2 inci dengan resolusi 1280×768, lebih tinggi dibanding iPhone 4S yang hanya 960×640 piksel. Menurut RIM, ukuran dan resolusi layar adalah prioritas utama dalam pengembangan OS BlackBerry. Prioritas ini bertujuan agar gambaran dan performa aplikasi yang dikonsep oleh pengembang menjadi lebih realistis.

Untuk urusan pengambilan gambar dan video, BlackBerry 10 Alpha menyematkan dua buah kamera, yaitu depan dan belakang. Kamera belakang sebagai kamera utama dilengkapi dengan flash yang akan membantu pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya. Sementara kamera depannya lebih difungsikan sebagai video call. Speaker dengan ukuran cukup besar ditempatkan di bagian bawah konektor yang mungkin dibuat untuk mendudukannya pada dok speaker. Soket earphone berada pada bagian atas.

Tidak ada slot microSD pada prototype BlackBerry 10 Alpha, yang ada hanyalah tempat kartu SIM. Persis seperti HTC One X, Dev Alpha memiliki slot untuk kartu SIM mikro. Namun agak berbeda dengan Nokia Lumia, BlackBerry tidak memberikan alat khusus untuk membuka bagian ini.

Dev Alpha mendukung fitur NFC (Near Field Communication). Bahkan, Anda tetap bisa menggunakan NFC layaknya dompet elektronik walaupun ponsel dalam kondisi off. Tapi, untuk mentransfer data atau bertukar konten dengan ponsel lain, anda tetap harus menyalakan ponsel untuk mengaktifkan NFC.

Agaknya, meski dibekali banyak perubahan, BlackBerry dan RIM harus bergerak lebih cepat. Mengingat kondisi pasar smartphone yang persaingannya semakin ketat dan cepat bergeser, RIM harus dapat mencuri start agar tak ketinggalan dengan vendor lainnya di tahun 2012 ini.

Jika anda menyukai artikel dari blog ini, anda bisa meninggalkan komentar atau Berlanggganan RSS feed dan artikel akan langsung terkirim ke email atau RSS reader anda.

{ 2 comments… read them below or add one }

sutikno srj May 12, 2012 at 7:22 am

BB gak mau buka usaha perakitan di indonesia mas. gimana tanggapannya?

Reply

jivi May 14, 2012 at 7:15 pm

@sutikno srj : saya juga bingung kenapa RIM lebih memilih malaysia, mungkin birokrasi dan syarat berat di Indonesia yang membuat mereka mengurungkan niat.

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: