Opini Publik Bergantung Pada Media Massa

by jivi on May 4, 2012 · 0 comments

<img class="size-medium wp-image-2686 alignleft" src="http://awangjivi.com/wp-content/uploads/2012/05/opini-publik-dan-media-massa-300×270.jpg" alt="opini p

ublik dan media massa” width=”300″ height=”270″ />Opini publik sangat besar di pengaruhi oleh asumsi media massa (surat kabar, radio, televisi), dan setiap media massa selalu mempunyai agenda setting dalam memberikan asumsinya kepada publik.

Isu-isu yang dimunculkan oleh media massa sangatlah banyak, apalagi yang sedang hangat dan up to date semakin sering di publikasikan terutama melalui media televisi, sehingga sangat besar peluang kita untuk termakan isu-isu bila kita terlalu sering dalam menonton televisi.

Agenda media massa mampu untuk melihat mana berita yang perlu di gemborkan, mana yang tidak perlu sehingga tujuannya dalam membuat opini publik tercapai.

Dalam teori agenda settingnya, meski tidak secara spesifik, Bernard Cohen mendefinisikan ide Lippman,”Pers lebih penting dari sekedar penyedia informasi dan opini.”

Agenda setting media massa didasari oleh hasil penelitian dua asumsi dasar yang menjadi pondasinya: (1) masyarakat, pers dan media massa tidak mencerminkan kenyataan; mereka menyaring dan membentuk isu.(2) isu-isu terpenting pada beberapa masalah masyarakat saja yang ditayangkan dan menjadi konsentrasi media massa.

McCombs dan Bernard Shaw (1968) tertarik untuk meneliti tentang pendapat pemilih menyangkut isu-isu yang dianggap penting yang merupakan hasil bentukan pemberitaan media massa. Inilah yang disebut penelitian Chapel Hill yang merupakan penelitian pertama mengenai agenda setting media massa.

Dalam kampanye presiden AS 1968, kedua pakar tersebut meneliti dan membuat analisis terhadap isu-isu yang dianggap penting oleh media massa, lalu mereka membuat daftar terhadap 15 kategori isu di suratkabar. Selain menganalisis isu yang dianggap penting oleh media massa, mereka juga menanyakan kepada para pemilih isu apa yang terpenting dari daftar isu tersebut.

Kesimpulan yang diperoleh keduanya dari penelitian kampanye presiden AS tersebut adalah, hubungan antara penekanan isu utama yang dilakukan kampanye oleh media dengan penelitian mandiri pemilih yang dianggap isu penting sebesar +0,967.

Dari hasil tersebut terbuki bahwa adanya hubungan yang kuat antara asumsi yang diletakkan oleh media terhadap isu kampanye.

Pada kampanye presiden 1972 di kota Charlotte, North Carolina, penelitian dilanjutkan dan disebut penelitian Charlotte (1972), dimana pada bulan Oktober dan November 1972, sampel diambil dari pemilih yang sama.

Singkatnya data menunjukkan ada hubungan kuat antara penekanan yang diletakkan pada berbagai isu ikampanye berbeda oleh media. Berbagai penelitian selanjutnya dilakukan mulai penelitian Charlotte (1972) dalam kampanye presiden 1972 di kota Charlotte, North Carolina.

Sampai hari ini media massa adalah pemegang kunci pembentukan opini publik yang paling efektif dalam mengarahkan dan mengkampanyekan kepentingan apapun.

Jika anda menyukai artikel dari blog ini, anda bisa meninggalkan komentar atau Berlanggganan RSS feed dan artikel akan langsung terkirim ke email atau RSS reader anda.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: