Mahasiswa Teknik Geodesi ITB meninggal akibat Ospek

by jivi on February 9, 2009 · 31 comments

grey Mahasiswa Teknik Geodesi ITB meninggal akibat OspekSaat Tadi siang berangkat untuk kuliah Mekanika kekuatan material pada pukul 13.30 WIB saya terkejut mendengar kalau ada mahasiswa ITB jurusan teknik Geodesi meninggal gara-gara mengikuti ospek di lembang. Nama mahasiswa yang meninggal tersebut adalah Dwi Yanto (22 tahun) mahasiswa teknik geodesi ITB tahun 2007, dia satu angkatan dengan saya namun saya tidak mengenal dia begitupun dia juga tidak mengenal saya. Banyak sekali kabar yang beredar di sekitar ITB, banyak sekali versi tentang penyebab kematian Dwi Yanto. Mulai dari yang dia sakit sampai karena kecapaian akibat ospek.

Versi versi tersebut dapat saya rangkum bahwa Dwi Yanto meninggal di karenakan mengikuti kegiatan Ospek jurusan teknik geodesi yang sebenarnya adalah kegiatan ilegal dan di larang oleh ITB itu sendiri. Ospek yang di adakan di lembang tersebut kemungkinan terjadi cukup keras, mengingat teknik geodesi merupakan salah satu jurusan yang katanya ospeknya cukup keras mengingat lapangan kerja mereka nanti keras sehingga ospeknya juga keras. Kabarnya ospek tersebut sudah sampai tahap pelantikan jadi udah mau selesai. Dwi yanto juga kabarnya sempat di bawa ke R.S boromious, namun kemudian di bawa pihak keluarga ke bekasi. Kabarnya pihak keluarga juga tutup mulut tentang hal ini sehingga menyulitkan pihak kepolisian untuk mengungkap tersangka dari kejadian ini. Sampai saat ini ITBpun masih mengusut pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

Pendapat saya:

Memang ospek di ITB sudah di larang semenjak kepemimpinan rektor yang baru dan kemudian di ganti oleh kegiatan-kegiatan leadership. namun pada kenyataannya masih banyak yang mengadakan ospek dengan berkdok leadership itu sendiri, saya sendiri juga mengikuti ospek di ITB, Ospek yang saya ikuti tidaklah keras sehingga tidak membuat saya meninggal. Tidak keras karena dosen wali saya adalah Direktur Pendidikan ITB sehingga mengawasi langsung Ospek itu sendiri. Ini menjadi pekerjaan baru bagi ITB untuk menghapuskan ospek yang berbau kekerasan itu sendiri dan tidak ada mahasiswa yang meninggal akibat ospek. Saya juga ucapkan bela sungkawa kepada keluarga Dwi Yanto agar tabah menghadapi kepergian Dwi Yanto.

Jika anda menyukai artikel dari blog ini, anda bisa meninggalkan komentar atau Berlanggganan RSS feed dan artikel akan langsung terkirim ke email atau RSS reader anda.

{ 29 comments… read them below or add one }

Teknik Bisnis February 9, 2009 at 11:28 pm

Waduh kalau saya kuliah dulu ospeknya saja malah banyak nonton seminar, maklum universitas swasta.

Menguras kantong, jadi harus kerja keras untuk bayar kuliah dari dulu.

Kasihan ya, susah masuk ITB malah meninggal. Semoga orang tuanya diberi kesabaran. Aamiin.

Reply

jivi February 9, 2009 at 11:35 pm

@ teknik bisnis: iya sih, waktu pertama masuk tuh juga cuma seminar, makan ama tidur waktu seminar,,hehe,, kalo ospek yang ini tuh yang buat masuk ke himpunan, untuk dapet jaket himpunan.. prosesnya lebih keras, iya masuk itb udah susah, pelajaran susah, ospek susah,, eh malah meninggal, kasian,, amin,,semoga keluarhanya di beri ketabahan

Reply

sulaiman February 10, 2009 at 11:55 am

Apakah kegiatan Ospek telah sesuai dengan tujuannya, harus pakai kekerasan dan kegiatan fisik yang berat, kalau sampai ada yang sakit dan meninggal dunia, Jalan keluarnya bagaimana? Masa penyelenggara asal perintah, asal sibuk, asak akfif, asal kelihatan hebat, tapi tanggung jawabnya sampai dimana? Jangan mentang-mentas senior memperlakukan yuniornya dengan seenaknya, tapi hargailah nyawa manusia.

Reply

anak tf February 10, 2009 at 5:04 pm

memang, ospek yang dilaksanakan oleh kawan2 kita dari kampus sebelah timur (yang jahimnya ngejreng) memang banyak yang kelewatan. Gak kayak kita dari sebelah tengah dan timur, meski mesin juga katanya ngeri.

kalo saya liat, banyak anak2 di kampus sebelah timur itu terlalu chauvinis dan berwatak keras. (ga tau sebenarnya gimana). mungkin sistem lah yang telah memerangkap merka sampai berperilaku kayak gitu. Ayo, siapa yang mau ngerubah sistem???!!!

Reply

ezi February 10, 2009 at 5:58 pm

saya anak itb satu tahun di atas dwi yanto. saya juga kaget ketika mendengar berita ini kemarin, karena selama saya di itb belum pernah terjadi hal-hal seperti ini. Kegiatan kaderisasi seperti ini memang sebuah kegiatan yang tak asing bagi mahasiswa itb dan sama sekali tidak berbau kekerasan. Kegiatan kaderisasi lebih mengarah kepada pengenalan jurusan yang terkait, interaksi dengan anggota himpunan serta bertujuan melatih anggota baru untuk berpikir kritis. Sebelum pelantikan, anggota baru juga diwajibkan mengikuti tes kesehatan dengan dokter yang telah disediakan oleh panitia. Peserta juga diwajibkan memberikan surat persetujuan orang tua di atas materai yang menyatakan bahwa peserta diizinkan oleh orang tuanya untuk mengikuti kegiatan pelantikan tersebut.Maka dari itu, saya sangat heran mengapa hal itu bisa terjadi. Ketika sempat diperiksa di RS Boromeus, dwi yanto diduga overdosis suplemen, kemungkinan ia minum banyak suplemen sebelum berangkat pelantikan agar kuat mendaki gunung, namun karena pihak keluarga tidak mengizinkan untuk mengautopsi dwi yanto maka sampai sekarang penyebab kematiannya tidak dapat dipastikan

Reply

Mr. February 10, 2009 at 10:38 pm

sebenarnya hampir disemua teknik ada pengospekan mau negeri maupun swasta. saya aja masih di ospek di kampus malam-malam, kadang-kadang saya kesal menerima pengospekan itu, dan harus membohongi orangtua kenapa pulang malam-malam terus. kalau bisa di buat undang-undang tentang larangan pengospekan dari pemerintah, percuma kalau dari kampus, tidak berguna.

Reply

didaFT06 February 12, 2009 at 6:58 am

hoi..hoi..
inget !!!!! meninggal bukan karena ospeknya
dalam artian karena ospek fisik dan lainnya
baca sumber yang terpercaya deh
oke

gada masalah kok dengan ospeknya !!

Reply

didaFT06 February 12, 2009 at 7:02 am

Satu hal lagi…
Rektorat tuh cuci tangan !!!!
liat berita di
http://bandung.detik.com/comment/2009/02/11/131333/1083113/486/itb-ralat-putusannya-bekukan-program-geodesi-selama-setahun

trus liat lagi yang di :

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/10/1/191469/rektorat-itb-prodi-geodesi-akan-dikaji-ulang

apa itu namanya ??
CUCI TANGAN kan…
pake ngasi gelar segala ke SBY. mau jadi menteri Pak ???
Cari cara yang halal…jangan nyogok” ngasi gelar !!!
Mau jadi wakil rakyat kok kelakuan kaya gitu
Yang bener ah…

Reply

jivi February 12, 2009 at 5:59 pm

@sulaiman: ya saya tidak tau pasti apa mereka begitu,, tapi memang ospek gak boleh kaya gitu

@anak tf:emm,, saya dari kalangan barat, satu fakultas sama mesin,,hehe,, tapi bukan mesin, mesin katanya gak terlalu serem kok,, memang daerah timur tuh kayanya berat-berat, soalnya lapangan kerja mereka nanti berat, jadi mungkin harus di biasakan dengan yang kaya gitu, lagi pula mereka himpunan yang udah punya akar dan tradisi yang kuat jadi mereka memegang teguh tradisi.

@ezi, : iya, saya percaya kok, tapi berita yang beredar sangat banyak sekali, dan belum ada kepastian

@ Mr. : ospek tuh ada baik dan buruknya ya,

@ didaFT06 : yah, saya juga gak tau tentang ospeknya kak, saya denger dari teman2 saya katanyamemang keras dan menguras tenaga ospeknya,hehe,, iah, ngapain juga ngasih gelar? pak joko kayanya mau calonin jadi menteri, kan menteri lebih meyakinkan dari pada rektor aja.hehe

Reply

Mr. February 12, 2009 at 9:23 pm

@jivi: iya seh ad baik dan buruknya, tp kalo cuman seminggu ya wajar. tp kalo bertahun-tahun, ya sakit lah.
Tradisi u bilang, tradisi yg salah kok di pertahanin, jaman uda merdeka X.

Reply

jivi February 12, 2009 at 11:39 pm

@ Mr. : hahha.. gak sampai bertahun-tahun kok mas,, iya seh emng salah, tapi mau gimana lagi mereka yang memilih untuk kaya gitu, peraturan dari ITB juga serasa gak di gubris kali

Reply

redaksi February 13, 2009 at 9:14 am

ATAS NAMA PENDIDIKAN

Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do’a di atasnya. Ya.. memang… aku telah mati!! aku harap… Janganlah engkau terkejut karenanya… aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.

Tahun 2008… aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar… Impianku, ku mulai dari sana.

Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia… Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.

Setelah beberapa lama…

Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka… Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa… kecewa… sungguh kecewa…

Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku… mereka bebas melakukan kekerasan… semua demi nama pendidikan…

Feb 2009… dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku… Ku hembuskan nafas terakhirku… Karena pendidikan mengajarkan kekarasan.

Reply

ADI_IMG07 February 13, 2009 at 9:23 am

oi……
tanya dulu kebenarannya baru kasih kabar k yang lain….
jgn buat suasana jadi runyam…..
gw sebagai peserta menyatakan kegiatan ini adalah positif(byk manfaat nya)…..
tidak tindak kekerasan yang kami alami di kegiatan ini….
alrmarhum meninggal adalah sebuah musibah buat kami semua….
jd jgn di jadikan berita yg bukan2 untuk konsumsi public…..
trims…..

Reply

jivi February 13, 2009 at 1:39 pm

@ Adi_IMG07 : saya juga sudah mengecek kebenarannya,, memang ini di simpulakan saat beberapa waktu yang lalu sampai sekarangkan belum ada kejelasan

Reply

dg_IMG07 February 14, 2009 at 4:19 pm

gw sebagai salah satu peserta IMG 2007. bohong besar kalo gak ada kekerasan. gw ngalamin sendiri dipukul berapa kali sampe di tendang. tapi gw terima karena gw takut kalo non himp tar pas di jurusan bakal di diskriminatif bahkan oleh dosennya sekalipun. nyesel gw masuk geodesi. jurusan busuk. himpunan busuk. anjing semua kalin IMG

Reply

jivi February 14, 2009 at 11:31 pm

@ dg_IMG07 : wah yang bener? ada kekerasan di sana? wah,, pantesan aja? tapi kenpa banyak yang bela IMG ya??

Reply

win_HIMAFI06 February 15, 2009 at 9:15 pm

Turut berduka terhadap dwi,, saya sebagai elemen dari kampus juga menyayangkan kejadian kayak gini..Mungkin kita dalam menerima innformasi hendaknya bersikap netral jika benar2 tidak tau duduk perkaranya..kecuali kita mempunyai fakta dari sumber yang akurat..

Semoga kejadian ini jadi pelajaran buat kita semua..

@dg_IMG07 : anda terlihat benci banget dengan IMG tetapi anda tetap menggunakan nama IMG di nick anda…menurut saya malah dengan menambahkan nama himpunan plus angkatan masuk itu nunjukin kalau kita bangga terhadap lembaga kita…semoga saya salah mengira

Reply

Jivi_KMPN07 February 15, 2009 at 9:36 pm

semuanya pada pake atribut himpunan di belakangnya saya juga ikutan ah..hehe

@ win_HIMAFI06 : memang bener mas,, memang sumbernya saya baru menyadari kalau memang kurang valid, tapi kebanyakan orang bilang kaya gitu..hehe,, saya mau edit ini posting kalau kebenaran yang sebenarnya udah terungkap,,, mungkin dia menunjukan nama IMG di belakangnya untuk membuktikan kalau dia anak IMG tapi melihat comment dari ADI_IMG07 yang bilang bahwa kegiatan positif, jadi mana yang bener? kita tunggu kabar selanjutnya saja ya..

Reply

eris February 16, 2009 at 8:59 am

Hallo kang dg_IMG07
Perkenalkan nama saya eris saya alumni ITB
saya pencinta kebenaran.
Kalo emang itu adanya tolong diungkapkan faktanya
kebenaran dan keburukan itu akan terungkap
Kalo anda tida berani bisa melalui saya.
di 08132181477958
tapi saya ungkapan juga hanya orang pengecut saja yang busuk.

Reply

win_HIMAFI06 February 16, 2009 at 10:54 pm

Bner..yah kita sebagai mahasiswa wajib untuk menjunjung kebenaran Ilmiah dan berdasarkan sumber yang tepat…jadi tetap berposisi netral dan berkepala dingin dalan ngadepin realita kayak gini..yah dalam dunia maya kayak gn kita mana taahu dg_img07 emg bener anak img atau bukan…who knows??…jangan sampai orang2 yang ga bertanggung jawab bisa memprovokasi kita..salam kenal buat yang punya blog,,salam buat heri PN 06

Reply

jivi February 16, 2009 at 11:26 pm

@ win_HIMAFI06 : iya, makanya saya tidak langsung percaya karena itu semua belum ada bukti jadi gak mungkin saya percaya gitu aja,,, makasih mas, yang punya blog saya sendiri, nanti saya sampaikan salamnya ke dan heri,,,hehe,. salam juga buat anda..hehe

Reply

didaFT06 February 18, 2009 at 12:19 am

yeahhh
blum ada bukti gak perlu percaya. pas pertama kali media bilang bagemana pun gw tetep gak percaya.
cuma sayang aja buat dg_IMG07 komentar lo memalukan. klo lo mau debat ma gw, gw tunggu di labtek 6. Buktikan kata” lo….si adi_IMG07 aja bilang positif…gimana sih !!!! pake inisial pula lagi nama lo…klo berani jangan pake inisial !!!!

Reply

Bimo02 GD March 18, 2009 at 9:05 pm

Halow semua,
Wah makin panas aja nih

Saya memilih Teknik Geodesi emang minat, walau pilihan kedua. Pas jaman saya dulu sih, saya ga ikut IMG karena dapet bocoran dari nonhim ama panitianya (beberapa orang) waktu TPB. Itu juga mereka nyuruh saya tutup mulut, ngga enak ama anak IMG laennya. Kalo soal kontak fisik mah, emang ada kontak fisik waktu itu, saya sendiri sempet ada masalah ama senior plus alumninya ampe angkatan 93, waktu acara OS pertama, namanya interaksi. saya beberapa kali ga pernah dateng, terus dateng lagi acara itu. Wah, abis saya ditendangin, ditampar pake tangan ama buku tebel plus jalan jongkok tiga kali dari GKU timur ampe boulevard. Temen saya yang lulus OS IMG juga cerita ama saya ada kontak fisik. Saya nya sih nyantai aja, cuman yang saya sayang kan, gunanya itu ospek dimana ya? Setelah beberapa hari kemudian saya dapet bocoran dari nonhim dan panitia OS (beberapa orang) saya milih berhenti aja. Saya survey geodesi dilapangan dua kali (ikut proyek) ngerasa kaya ga ada pengaruhnya tuh ospek. Bahkan panitia waktu itu sempet berantem ama seniornya, gara gara yang nonhim Geodesi banyak, ampe 17 orang. Saya denger dari panitia yang ngasih bocoran ke saya, temennya bilang ke seniornya, ” Saya datang ke ITB mau kuliah, bukan mau himpunan”, “Saya rela lepas jaket untuk bertanggung jawab” Kurang lebih begitu katanya. Teman saya yang nonhim yang ikut sampai hampir intensif OS dan berhenti juga bilang ga ada pengaruhnya tuh ospek. Banyak juga yang nonhim lebih milih pindah ke perguruan tinggi lain. Dan yang saya sayangkan juga kenapa dosennya lebih ‘cenderung’ tidak peduli. Yang paling parah, saya dan nonhim lainnya yang seangkatan jadi serasa ‘musuh’ dengan beberapa teman seangkatan yang IMG. Dan yang aneh, lebih banyak senior IMG yang menyapa saya ketika kuliah dan bertemu dijalan daripada teman IMG seangkatan sendiri. Masih banyak sih yang ingin saya ceritakan dari pengalaman saya menjadi nonhim di GD, tar gw lanjutin deh. Yah, harapan saya semoga hal ini tidak ada lagi. Toh, umur manusia hanya mencapai 60 – 80 tahun, dan akhirnya mati juga. Nanti juga kita semua juga ketemu lagi di akhirat untuk mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing.

Intinya, kita ITB niatnya kan untuk kuliah, mencari ilmu. Kalaupun berkaitan dengan lapangan, kan ada kuliah praktek lapangan untuk mengetahui kondisi lapangan seperti apa. Atau bisa dicari solusi lainnya.

Reply

jivi March 21, 2009 at 10:58 am

@Bimo02 GD, kalau ada yang mau di sampaikan lebih banyak anda bisa tulis saja nanti kirimkan ke saya, lalu akan saya muat di blog ini jadi banyak yang melihat,,hehehe,, wah, salam kenal ya mas

Reply

orang yg dizholimi IMG07 February 13, 2010 at 10:47 pm

busuklah himpunan geodesi!!!!

Reply

jivi February 19, 2010 at 10:49 pm

@orang yg dizholimi IMG07, emng di dzolimi gimana??

Reply

orangYangDisiksaHimpunanGeologiUnpad August 9, 2010 at 5:29 am

saya heran , saya juga di geologi kampus saya , selalu aja ada pelecehan-pelecehan yang berbau ospek , saya sendiri ngalamin pas taun pertama saya , saya DIJAUHIN ANGKATAN saya karena dianggap ga suka sama ospeknya, bahkan ada peraturan di antara anak2 angkatan saya baahwa SIAPA YANG BERBICARA dengan saya AKAN DIHUKUM oleh HUKUM YANG DIBUAT ANGKATAN SAYA . gila bukan ?!?!?! semua keadaan saya hampir mirip kurang lebih dengan bimo002 yang di atas , sya awalnya emang mau masuk geo ITB krena mikir beda dengn kampus saya , tapi nyatanya ? apakah smua geologi di INDONESIA kaya begini ????

Reply

Achmad Mardiansyah April 12, 2011 at 1:58 pm

saya rasa kita perlu belajar dari negeri tetangga tentang hal yang satu ini.
bukan bermaksud pamer atau apa, ospek indonesia perlu berbenah.
saya tulis disini:

http://achmad.glclearningcenter.com/2011/02/21/ospek-vs-oweek-and-quality-management/

Reply

jivi April 17, 2011 at 7:20 pm

@Achmad Mardiansyah, yosh.. perlu di pelajari ini,hehe

Reply

Leave a Comment

{ 2 trackbacks }

Previous post:

Next post: