10 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta yang Harus Anda ketahui

by jivi on December 17, 2015 · 0 comments

coffee beansSebagai pecinta kopi, mungkin kita awalnya tidak mengetahui jenis kopi yang kita minum, karena yang penting adalah rasanya yang nikmat dan efek yang diberikan kopi tersebut . Hingga suatu saat ketika Anda mencoba ke berbagai café untuk merasakan kenikmatan kopi yang lain, mungkin Anda mendapatkan kopi yang rasanya mirip seperti yang Anda minum, atau tiba-tiba Anda mendapatkan kopi yang rasanya seperti lebih asam. Jangan berikir kalua kopi itu basi, karena tidak, melainkan itu adalah jenis Arabika. Mungkin anda belum terbiasa dengan rasanya karena saat ini di Indonesia, hampir sebagian besar penikmat kopi masih didominasi oleh penikmat kopi Robusta. Loh? Kok robusta? Ya pasti anda sudah tidak asing lagi dengan merk-merk kopi Indonesia yang menguasai pasar seperti kapal api, torabika, top coffee, dan lain sebagainya. Hampir setiap hari yang Anda minum itu adalah jenis robusta.

Apa sih Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika?

Ada lebih dari 100 jenis spesies kopi di dunia, tetapi ada dua jenis kopi yang diproduksi secara besar-besaran dan menguasai pasar karena permintaan konsumen yang begitu besar, yaitu  jenis Arabika dan Robusta.

Jadi apa sih perbedaan antara keduanya? Berikut dibawah ini akan saya uraikan 10 perbedaan antara kopi robusta dan arabika.

  1. Rasa – Apabila Anda pernah merasaan kopi yang terasa asam dengan aroma khas jangan salah sangka dulu, kopi itu tidak basi, melainkan jenis arabika. Di Indonesia, yang umumnya biasa dengan kopi robusta mungkin akan sedikit merasa aneh dengan rasa kopi ini, tetapi apabila Anda sudah ketagihan dengan jenis ini, maka Anda justru akan merasa aneh dengan kopi robusta. Di Amerika dan Eropa, pada umumnya justru kopi jenis inilah yang paling banyak menguasai pasar. Tetapi kopi robusta pun juga tidak kalah banyak penikmatnya. Bagi pecinta Arabika, Robusta lebih terasa seperti ground (tanah) bahkan sampai dideskripsikan seperti rasa karet terbakar. Wah seperti apa itu. Tetapi bagi yang biasa meminum Robusta justru sebaliknya, kopi Arabika seringkali disebut sudah basi karena rasa asamnya.
  2. Kandungan Kafein – Kandungan kafein yang terkandung di dalam kopi robusta lebih besar daripada jenis arabika. Bahkan hampir dua kali lipatnya. Nah bagi yang suka dengan efek “strong”nya kopi, jenis robusta lah yang cocok untuk Anda.
  3. Harga – Menurut anda manakah yang lebih mahal diantara dua jenis ini? Ternyata harga biji kopi Arabika dua kali lebih tinggi dibanding robusta. Ya mungkin karena berbagai faktor, seperti pasarannya yang lebih besar untuk Amerika dan Eropa.
  4. Penanaman – Robusta lebih mudah untuk ditanam di pertanian dan menghasilkan lebih banyak biji kopi, dan sedikit lebih sensitif terhadap serangga. Penyebab dari tingginya kafein yaitu sebagai bentuk pertahanan diri jenis kopi tersebut dari hama dengan membentuk pertahanan kimia didalamnya.
  5. Dimana Anda menemukannya? Apabila Anda sering meminum kopi campuran (mix), mungkin Anda sedang meminum Robusta. Tetapi kadangkala kita tidak peduli dengan jenis apa yang sedang kita minum selama rasanya enak, bukan? Karena robusta seringkali dibuat sebagai campuran untuk menghasilkan kopi jensin Espresso, yang popluler di Italia.
  6. Bentuk – Biji kopi Arabika lebih oval, sedangkan Robusta lebih bulat.
  7. Tinggi Tanaman – Robusta bisa mencapai ketinggian dari 4,5 hingga 6 meter, sedangkan Arabika hanya 2,5 hingga 4,5 meter saja.
  8. Kandungan Asam – Kandungan Asam, CGA (Chlorogenic Acid) yang berfungsi sebagai anti oksidan dan pencegah hama dari tanaman tersebuh, Robusta adalah 7-10%, sedangkan Arabika 5.5 – 8%.
  9. Penyebaran – Arabika memiliki jumlah terbanyak yaitu sekitar 75% prdouksi di dunia, sedangkan sisanya 25% merupakan Arabika. Penghasil tertinggi Arabika adalah Brazil, dan kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia karena 25% ssisanya, yaitu robusta, justru Indonesia lah yang paling banyak menghasilkan, juga Vietnam.

Kesimpulan

Indonesia sebagai salah satu penghasil Kopi Robusta terbesar di dunia harus bangga dan mampu menghasilkan ekspor kopi lebih banyak lagi. Tetapi jangan salah, kita pun juga banyak memproduksi jenis Arabika yang seharusnya juga bisa lebih dimaksimalkan lagi. Dengan keaneka ragaman jenis dan alam kita yang subur dengan berbagai ketinggian, sudah seharusnya pemerintah kita dan para pengusaha dapat memaksimalkan keuntungan dari kopi Indonesia. Saat ini jual kopi Indonesia merupakan bisnis yang cukup potensial baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Jika anda menyukai artikel dari blog ini, anda bisa meninggalkan komentar atau Berlanggganan RSS feed dan artikel akan langsung terkirim ke email atau RSS reader anda.

Leave a Comment

Previous post: